Discus adalah sebuah group musik beraliran PROGRESSIVE yang telah berprestasi internasional. Album-album rekaman musik Discus telah beredar secara internasional dengan dirilis oleh perusahaan rekaman Italia, Perancis dan Jepang serta mendapat pujian dari kritikus musik di media musik progressive di berbagai negara, antara lain Amerika Serikat, Inggeris, Jerman, Perancis, Switzerland, Jepang, Belgia, Argentina, Brazil, Italia serta Mexico. Bahkan majalah musik Belgia, Prog-resiste, menempatkan album Discus "1st" sebagai album progressive kelima terbaik sedunia tahun 1999. Discus pun telah tampil melakukan konser di Amerika Serikat, Mexico, Switzerland dan Jerman. Di tanah air, Discus meraih dua buah piala penghargaan AMI SAMSUNG AWARD pada tahun 2004 serta dianggap oleh majalah musik edisi lokal MTV Trax sebagai salah satu dari 25 musisi paling berpengaruh di Indonesia, bersama dengan tokoh lainnya seperti Titiek Puspa dan Koes Plus.Sebuah website musik Jerman, http://www.ragazzi-music.de/ yang memiliki hit rate sebesar 70.000 per bulan menulis bahwa Discus adalah contoh bagi dunia bahwa pemeluk agama yang berbeda-beda dapat bermain musik bersama dengan damai dengan hasil yang sangat efektif. Tidak mengherankan apabila di Jerman, kedatangan Discus pernah disambut secara khusus oleh Marion Schaffer, walikota Wurzburg. Hal ini juga membuktikan ditangkapnya visi pluralisme dalam musik Discus di mancanegara. Visi pluralisme tersebut tertuang dalam lirik serta komposisi musik Discus yang sejak awal sarat berbagai budaya dan tradisi. Musik tradisi etnis Bali, Toraja, Aceh, Jawa, Sunda, serta Timur Tengah diramu dengan musik barat dari tradisi rock, jazz, Latin, dan klasik Eropa.
Dalam penampilan di Festival Musik Bambu Nusantara mendatang, Discus akan berkolaborasi dengan Gamelan Saraswati pimpinan I G Kompiang Raka, yang telah kerap berkolaborasi dengan Discus sejak tahun 2001 dalam penampilan di Mexico. Gamelan Saraswati akan mengusung perangkat rindik, instrumen bambu asal Bali. Akan ditampilkan juga instrumen bambu berupa alat tiup, perkusi dan gesek dari Makassar seta Toraja.





