SonoSeni Ensamble adalah sekelompok pemusik yang mendasarkan sikap learning prosses sebagai basis penciptaan karya musik baru. Sekurangnya sejak Juli 1998 (di studio Sono Seni Solo), kelompok ini secara intens menggali kemungkinan perspektif baru dalam berolah musik. Menggali sumber musik baru (new sources) adalah komitmen SonoSeni Ensamble.Pendekatan garap musikal SonoSeni Ensamle berangkat dari instrumen musik apa pun. Termasuk juga alat-alat combo band (alat-alat musik populer). Namun, pendekatan ini tidak disandarkan pada kepasrahan total kepada imagi mainstream (pop), melainkan sebuah eksplorasi untuk mengembalikan harkat alat musik pada hakekat sejatinya, yaitu: sumber bunyi yang bebas nilai. Penggunaan alat-alat band semata untuk mendekatkan keberadaan musik baru ke dalam masyarakat yang lebih luas --karena alat band jauh lebih populer daripada alat-alat tradisional. Artinya, lebih ditekankan pada siasat bunyi yang sangat leluasa. Niscaya dari alat-alat tersebut akan muncul kekuatan tradisi musik tertentu, dengan potensi para pemusik yang berakar dari latar belakang tradisi yang beragam.Para komponis SonoSeni Ensamble adalah sekumpulan pemusik yang bhinneka dalam suku, disiplin ilmu, dan latar belakang musikal. Mereka telah melahirkan banyak karya, dan telah dipentaskan di kota-kota besar di Indonesia maupun manca negara. Bulan Juli dan Agustus 1999, tampil di Saporo Music Festival (Jepang) dan Weimar Kultur Stad Europas’99 (Jerman) membawakan karya komponis I Wayan Sadra. Bulan Juni 2000 tampil di Festival Millenium 2k di Santiago de Compostela, Spanyol. Pada September 2000 Art Network Asia (ANA) di Singapore memberikan grand untuk berkolaborasi dengan pemusik Jepang, Takahito Hayashi. Lalu, pada Maret 2001 mendapat bantuan Hibah untuk Pentas Keliling Jawa, Bali dan Lombok. Dilanjutkan kemudian di Sulawesi, dan pada Oktober 2002 melakukan Tour Show di kota-kota besar Sumatera membawakan karya-karya Agus Bing. Tampil juga di Bali World Music Festival pada Agustus tahun lalu. Di samping, kerap juga tampil pada forum-forum seni rupa dan satra internasional. SonoSeni Ensamble telah menerbitkan album: “Suita 42 Hari” (2001) yang merupakan album kolaborasi dengan pemain saxophone asal Jepang, Takahito Hayashi. Pada Maret 2002 meluncurkan album “Autis 4 J”. Kemudian, pada Maret 2004, meluncurkan album “Suita Suit” yang direkam secara live pada konser pertamanya (berkolaborasi dengan John Jacobs, pemusik jazz dari Inggris), 29 Juli 1999, di Taman Budaya Surakarta.Mengisi tahun 2006, Sono Seni Ensemble kembali kedatangan John Jacobs dan Charlote Puch untuk berproses. Sebagai hasilnya menggelar pertuntunjukan musik bertajuk “No End In Sight” pada tanggal 5 & 6 Maret 2006, di Teater Arena Taman Budaya Jawa.
Monday, July 9, 2007
SonoSeni Ensemble
SonoSeni Ensamble adalah sekelompok pemusik yang mendasarkan sikap learning prosses sebagai basis penciptaan karya musik baru. Sekurangnya sejak Juli 1998 (di studio Sono Seni Solo), kelompok ini secara intens menggali kemungkinan perspektif baru dalam berolah musik. Menggali sumber musik baru (new sources) adalah komitmen SonoSeni Ensamble.Pendekatan garap musikal SonoSeni Ensamle berangkat dari instrumen musik apa pun. Termasuk juga alat-alat combo band (alat-alat musik populer). Namun, pendekatan ini tidak disandarkan pada kepasrahan total kepada imagi mainstream (pop), melainkan sebuah eksplorasi untuk mengembalikan harkat alat musik pada hakekat sejatinya, yaitu: sumber bunyi yang bebas nilai. Penggunaan alat-alat band semata untuk mendekatkan keberadaan musik baru ke dalam masyarakat yang lebih luas --karena alat band jauh lebih populer daripada alat-alat tradisional. Artinya, lebih ditekankan pada siasat bunyi yang sangat leluasa. Niscaya dari alat-alat tersebut akan muncul kekuatan tradisi musik tertentu, dengan potensi para pemusik yang berakar dari latar belakang tradisi yang beragam.Para komponis SonoSeni Ensamble adalah sekumpulan pemusik yang bhinneka dalam suku, disiplin ilmu, dan latar belakang musikal. Mereka telah melahirkan banyak karya, dan telah dipentaskan di kota-kota besar di Indonesia maupun manca negara. Bulan Juli dan Agustus 1999, tampil di Saporo Music Festival (Jepang) dan Weimar Kultur Stad Europas’99 (Jerman) membawakan karya komponis I Wayan Sadra. Bulan Juni 2000 tampil di Festival Millenium 2k di Santiago de Compostela, Spanyol. Pada September 2000 Art Network Asia (ANA) di Singapore memberikan grand untuk berkolaborasi dengan pemusik Jepang, Takahito Hayashi. Lalu, pada Maret 2001 mendapat bantuan Hibah untuk Pentas Keliling Jawa, Bali dan Lombok. Dilanjutkan kemudian di Sulawesi, dan pada Oktober 2002 melakukan Tour Show di kota-kota besar Sumatera membawakan karya-karya Agus Bing. Tampil juga di Bali World Music Festival pada Agustus tahun lalu. Di samping, kerap juga tampil pada forum-forum seni rupa dan satra internasional. SonoSeni Ensamble telah menerbitkan album: “Suita 42 Hari” (2001) yang merupakan album kolaborasi dengan pemain saxophone asal Jepang, Takahito Hayashi. Pada Maret 2002 meluncurkan album “Autis 4 J”. Kemudian, pada Maret 2004, meluncurkan album “Suita Suit” yang direkam secara live pada konser pertamanya (berkolaborasi dengan John Jacobs, pemusik jazz dari Inggris), 29 Juli 1999, di Taman Budaya Surakarta.Mengisi tahun 2006, Sono Seni Ensemble kembali kedatangan John Jacobs dan Charlote Puch untuk berproses. Sebagai hasilnya menggelar pertuntunjukan musik bertajuk “No End In Sight” pada tanggal 5 & 6 Maret 2006, di Teater Arena Taman Budaya Jawa.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment