Sulin susun enrekang, alat musik tradisional Suku Massenrengpulu, Kabupaten Enrekang,
Sulawesi Selatan, yang terancam punah, akan kembali ditampilkan di Festival Musik Bambu Nusantara, 18-19 Agustus 2007 di Jakarta International Expo. Mungkin banyak yang tidak tahu apa itu suling susun enrekang, bagaimanakah alunan musiknya.
Sulin susun enrekang disebut masyarakat Suku Massenrengpulu (Maiwa, Duri dan Enrekang) sebagai musik bas, semua peralatannya terbuat dari bahan bambu pelang atau petung, bentuknya menyerupai peralatan musik angklung dari Jawa Barat. Angklung dan musik bas dimainkan secara berkelompok. Bedanya, alat musik angklung mengandalkan bunyi suara bamboo, sedangkan musik bas adalah alat musik tiup. Alat tiup itu pun terus berkembang dan menjadi sarana hiburan rakyat di pedalaman Enrekang, dilengkapi alat tabuh yang dibuat dari kulit sapi dan dimainkan beramai-ramai pada saat upacara adat, menyambut musim panen atau pesta rakyat.
Dalam legenda rakyat Massenrengpulu, alat itu konon ditemukan oleh seorang pengembala kerbau. Awalnya ia membuat alat tiup dari batang merang padi yang dimainkan di atas kerbau sambil menunggui padi di kaki Gunung Bambapuang. Sang pengembala kemudian mengganti alat tiup dari batang merang itu dengan bambu dan terciptalah suling bamboo dengan suara yang lebih merdu dari suara yang ditimbulkan batang merang padi.
Pada zaman pendudukan Belanda, musik bas mengalami perkembangan, meskipun teknik pembuatannya sangat tradisional. Aturan solmisasinya semakin sempurna karena nadanya diselaraskan dengan menggunakan standar suara garpu tala. Selain suling, peralatan musik itu dilengkapi alat bas terbuat dari bambu berukuran sedang. Untuk bas A terdiri nada do, mi, sol, bas B nada fa, la. Sedangkan bas C terdiri dari nada re dan si.
Musik bambu sebagai musik warisan leluhur ini sepertinya tak bisa dibiarkan punah begitu saja. Perlu pelestarian nyata oleh seluruh lapisan masyrakat. Merupakan tugas bersama untuk tetap mempertahankan alunan musik suling susun enrekang di tanah air tercinta. Semoga dengan dihadirkannya pertunjukkan suling susun enrekang di festival Musik Bambu mendatang, akan memberikan pencerahan bagi masa depan musik bambu Indonesia.
Thursday, July 12, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment